Sensivitas dalam Kepemimpinan

oleh -304 views
Penulis: Joko Nurkamiden, Anggota Kehormatan HPMBG

Kepemimpinan adalah sebuah aksioma antara pemimpin dan yang dipimpin. Aksioma yang saling mengikat dan mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya. Pemimpin untuk yang dipimpinnya, dan yang dipimpin untuk pemimpinnya. Disana ada ikatan yang kuat, yang didapat dari rasa percaya dan saling mempercayai, didukung dan saling mendukung, pengaruh dan saling mempengaruhi.

Tak ada pemimpin kecuali disana ada orang-orang yang siap sedia untuk dipimpin. Pemimpin tidak hidup sendiri dan bukan untuk menghidupkan dirinya sendiri, melainkan ia ada karena dipercaya dan dilegitimasi, dan keberadaanya mengemban asa untuk orang-orang yang dipimpinnya. Aksioma itu sedemikian indah sehingga penting untuk selalu disemai dalam proses kepemimpinannya.

Baca Juga  Bawa Sajam, Pemuda 15 Tahun Diamankan Tim Tarsius

Suatu potret realitas yang suram, betapa tak jarang kita mendapati para pemimpin secara segaja ataupun tak sengaja memutuskan aksioma ini. Hidup dengan dunianya sendiri. Dunia yang tak tersentuh lagi oleh orang-orang yang dipimpinnya. Gaya hidup yang telah berubah, kualitas konsumsi yang relatif telah berbeda, sikap yang tak lagi sama, orientasi yang mulai tak searah, sehingga tersirat dua dunia yang amat berbeda, Dunia sang pemimpin dan orang-orang yang dipimpinnya.

Ada rasa iri ketika para pemimpinnya bergelimangkan harta sementara orang-orang yang dipimpinnya diimpit dengan keterbatasan bahkan kekurangan. Ada rasa kecewa ketika jabatan, gaji tinggi dan nama besar terasa tak cukup sehingga masih mencari jalan pintas yang tak halal, sementara orang-orang yang dipimpinnya tertatih-tatih mengais rizki, yang penting halal. Betapa memiriskan hati ketika janji-janji perubahan tidak mengalir kebawah tetesnya, melainkan hanya dinikmati oleh segelintir saja yang sesama atau sederajat.

No More Posts Available.

No more pages to load.